Apakah sama dengan Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi yang saat ini menjadi Cawapres? Sama sekali beda. Bedanya seperti langit dan bumi. Sekalipun usia Gibran jauh lebih muda dari Jokowi saat jadi Wali Kota Surakarta, tetapi jalan dan cara Gibran jadi Wali Kota sama sekali tidak menggambarkan nyala api perjuangan orang muda seperti ayahnya. Bahkan jalan dan caranya “old fashion” – gaya tua. Gibran jadi Wali Kota Surakarta saat ayahnya dalam posisi sebagai Presiden RI. Gibran bukan berasal dari rakyat jelata seperti ayahnya. Gibran itu anak pengusaha mebel yang kemudian jadi anak Wali Kota, lalu jadi anak Gubernur DKI Jakarta, sebelum jadi anak Presiden RI. Gibran jadi Wali Kota Surakarta tidak otentik dan tidak genuin hasil perjuangannya sendiri. Tetapi ada pengaruh ayahnya yang Presiden RI.
Apakah Gibran adalah seorang Wali Kota yang sukses membangun Surakarta seperti Jokowi, ayahnya? Tidak! Keberhasilan Jokowi, ayahnya, sebagai Wali Kota dalam membangun Surakarta adalah otentik, geniun hasil karya, perjuangannya sendiri, tanpa ada perhatian dan dukungan khusus dari Pemerintah Pusat.
Gibran tidak. Perkembangan dan kemajuan hebat di Surakarta selama Gibran jadi Wali Kota karena besarnya perhatian dan dukungan khusus dari Pemerintah Pusat. Selama Gibran jadi Wali Kota Surakarta setidak-tidaknya ada 14 proyek pembangunan infrastruktur yang anggarannya dikucurkan dari Pemerintah Pusat yang menggunakan ABPN. (Baca: Kompas.com – 21/10/2023, “Daftar Lengkap Belasan Proyek “Pusat” di Solo Saat Gibran Menjabat”)
Seandainya Gibran jadi Bupati Manggarai, pasti hal yang sama terjadi seperti di Surakarta itu. Pemerintah Pusat pasti beri perhatian khusus. Pasti banyak pula proyek-proyek yang dibiayai APBN yang dibangun di Manggarai. Karena Gibran yang jadi Bupati Manggarai itu anak Presiden Jokowi.
Jadi, tidak kemajuan pembangunan di Surakarta itu tidak bisa diklaim sebagai keberhasilan Gibran. Jika dianggap begitu, keberhasilan tersebut tidak otentik, tidak tulen, tidak genuin, seperti keberhasilan Jokowi, ayahnya, ketika jadi Wali Kota Solo. Karena itu, Gibran tidak sama dengan ayahnya, Presiden Jokowi.