Karena nilai falsafah itu begitu kental dan sakral, maka semestinya masalah-masalah sosial yang muncul dengan mudah diselesaikan.
Natalius Pigai lebih lanjut menyoroti berbagai persoalan sosial yang muncul, justru karena warga manggarai sendiri tidak lagi hidup sesuai dengan falsafah hidup leluhurnya.
Falsafah natas bate labar misalnya, nilai yang terkandung di dalamnya adalah soal keberadaan dan peranan tokoh-tokoh adat (tokoh utama) dalam memimpin dan menjaga keseimbangan hidup masyarakat.
Keberadaan tokoh-tokoh adat (tua golo) punya peran penting dalam menjaga keseimbangan hidup. Pada saat tertentu, dia punya kewenangan sebagai pengambil Keputusan, menegakkan prinsip prinsip hidup yang sesuaii budaya dan adat istiadat
Secara adat, posisi ketua adat selalu melekat nilai-nilai kebijaksanaan, keadilan, kebenaran yang berakar kuat dan bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal yang dipegangnya.
Seyogyanya semua persoalan sosial ini menjauh dari hidup orang Manggarai. Sayangnya, dalam arus pembangunan yang serba tergesa dan transaksional, nilai-nilai ini kerap terpinggirkan.