“Alasan paling banyak itu karena kondisi disabilitas yang membuat mereka kesulitan mobilisasi dan akses,” terang Jery, sapaan karib Yeremias Susanto.
Parahnya menurut dia, hasil survei Ayo Indonesia per Januari 2024, setidaknya ada 324 penyandang disabilitas yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk.
“Kami menyimpulkan bahwa pemerintah tidak proaktif dalam menjamin pemenuhan hak dasar mereka, khususnya tentang data dasar kependudukan,” tegasnya.
Jery juga menilai hingga kini belum ada program jemput bola yang dibuat pemerintah untuk mengakomodasi penyandang disabilitas dapat mengakses pelayanan dasar, seperti penerbitan KTP.
Tulisan ini merupakan kolaborasi liputan sejumlah wartawan peserta Workshop Pelatihan Media yang digelar Yayasan Ayo Indonesia di Ruteng