Peristiwa begini jelas membosankan. Apalagi kalau kemajuan tetap hadir sebagai khayalan.
Perubahan membutuhkan kaderisasi kepemimpinan. Rakyat tentu harus kritis. Ironi mendukung calon yg terbukti gagal. Indikasinya jalan hancur. Fasilitas publik ambruk, rakyat tetap merana. Bahkan sekadar air bersih pun harus antri panjang.
Akhirnya rakyat jadi kunci kemajuan. Kritislah dalam memilih. Itu cara meraih kemajuan dan melawan Kebosanan.
Penulis adalah Pengamat politik, tinggal di Jakarta