“Saya tertegun dengan bapak itu, melihatnya khusuk berdoa membuat saya merasa tertegun, serentak rasa tanggung jawab saya mengalir menjaga dan menciptakan kondisi yang nyaman,” ujarnya kepada RM usai ikut mengamankan prosesi Jalan Salib.
Faizah sendiri menyadari pentingnya nilai-nilai toleransi dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Baginya, esensi dari toleransi adalah memberi ruang yang aman bagi sesama untuk menjalankan ibadah, tanpa ada gangguan dari pihak lain.
“Hal sederhana yang saya pahami soal toleransi adalah saling memberi dan menciptakan ruang yang aman bagi sesama, termasuk dalam urusan beribadah, dengan demikian kebersamaan itu terawat,” tutupnya.
Kisah Faizah mengingatkan kita bahwa, meskipun berbeda keyakinan, kita adalah saudara dalam kemanusiaan. Dalam momen perayaan Paskah, mari kita bersama-sama merenungkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang menjadi landasan bagi sebuah masyarakat yang damai dan harmonis.