Indonesia Jadi Produsen Nikel Terbesar Dunia
Nikel saat ini menjadi salah satu komoditas tambang paling berharga di dunia bersamaan dengan meningkatnya produk kendaraan listrik. Setelah perusahaan milik Elon Musk, Tesla berhasil menjadi pionir mobil listrik, kini perusahaan mobil Eropa dan Asia ikut berlomba-lomba masuk ke segmen mobil listrik.
Negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam, dan Filipina yang menjadi penghasil nikel berskala besar kini menjadi tujuan perusahaan-perusahaan tersebut sebagai pusat pengembangan baterai listrik.
Indonesia sendiri, berdasarkan laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), tercatat sebagai produsen nikel terbesar dunia tahun 2022, dengan produksi mencapai 3,3 juta metrik ton.
Dengan permintaan yang semakin besar terhadap nikel dan hilirisasi produk mentah bijih nikel dalam negeri, Indonesia terprediksi akan untung besar. Jokowi sendiri dalam sambutannya di upacara pembukaan Hannover Messe 2023 di Hannover Congress Centrum bulan April lalu mengatakan kebijakan larangan ekspor bijih nikel bukan berarti bahwa Indonesia menutup diri terhadap kerja sama dengan negara lain.
Jokowi mengaku Indonesia membuka diri bagi investor dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau.
“Indonesia tidak sedang menutup diri, justru kami sangat terbuka untuk investasi dan kerja sama dalam membangun industri hilir di Indonesia,” jelas Jokowi.
Presiden Jokowi juga menekankan komitmen Indonesia dalam menjaga keberlangsungan lingkungan yang terlihat dari sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan dalam memperbaiki lingkungan serta upaya melaksanakan transisi energi.