Gangguan Eksibisionis
Dalam kesempatan tersebut, Edwin menyayangkan warga yang sudah mengetahui kejadian tersebut namun enggan mencegah atau melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.
“Saya juga sangat menyayangkan jika kejadian tersebut sudah sering dan banyak warga yang mengetahui namun tidak melaporkanya. Ini berarti kita tidak peduli akan keselamatan generasi kita. Anak–anak kita dan keadaan traumatis yang akan mereka hadapi,” ujarnya lebih lanjut.
Gangguan eksibisionis sendiri adalah suatu kondisi yang ditandai oleh dorongan, fantasi, atau tindakan mengekspos alat kelamin seseorang, kepada orang yang tidak menginginkannya, terutama orang asing. Kondisi ini dianggap sebagai parafilia, yang mengacu pada pola gairah seksual atipikal yang persisten dan intens, yang disertai gangguan secara klinis.
YOUTUBE: BINCANG BERSAMA KETUA DPC PKB MANGGARAI II
Orang dengan gangguan eksibisionis mungkin memiliki preferensi untuk menunjukkan alat kelamin kepada korban, yaitu anak-anak, remaja, orang dewasa, atau keduanya. Bisa dibilang kondisi ini merupakan gangguan kepribadian, karena pelaku tidak merasa malu menunjukkan alat kelaminnya. Sebaliknya, justru muncul perasaan semangat saat orang lain melihatnya.