Serangan Elon Musk
Tidak lama setelah Meta meluncurkan Threads, CEO Twitter Elon Musk langsung mengunggah sejumlah cuitan dan meme di media sosialnya. Dia menyinggung aplikasi tersebut yang disebutnya menjiplak apa yang dilakukan Twitter.
Dalam satu cuitan, Elon bahkan menyebut instagram menjadi tempat orang-orang menyembunyikan rasa sakit.
“Jauh lebih baik diserang oleh orang asing di Twitter daripada menikmati kebahagiaan palsu dan menyembunyikan rasa sakit di Instagram,” tulis Elon di akun twitternya, Kamis (06/07) kemarin.
Namun, kekesalan Twitter tidak hanya sebatas meme atau cuitan Elon Musk. Twitter dilaporkan akan menggugat Meta imbas peluncuran Threads. Pengacara Twitter, Alex Spiro menuduh Meta telah menggunakan rahasia dagang dan kekayaan intelektual Twitter untuk membuat Threads.
Spiro menjelaskan dalam proyek pengembangan Threads, Meta mempekerjakan banyak pegawai Twitter yang di-PHK tahun lalu. Dikutip dari The Verge, Twitter mengatakan sejumlah pegawai Twitter yang di-PHK Elon Musk masih memiliki akses ke trademark Twitter, di mana sejumlah informasi terkait rahasia perusahaan berada.
Dengan sejumlah penjelasan tersebut, Twitter dipastikan akan menggugat Meta dan menuntut ganti rugi.
Meski demikian, belum ada data yang menunjukkan adanya penurunan signifikan pengguna Twitter setelah Threads diluncurkan, Namun para analis menyebut dengan pertumbuhan pengguna yang cepat serta kebijakan Twitter yang semakin tidak ramah pengguna, tidak butuh waktu lama bagi Twitter untuk kehilangan penggunanya.